Dokter

Gaji Dokter Akan Naik

Dokter adalah profesi yang dekat dengan pengabdian. Gambaran umumnya, dokter diharuskan mengabdi tanpa pamrih.

Biaya kesehatan memang mahal. Tetapi tahukah anda, dokter hanya menjadi beban biaya kesehatan anda sebanyak 10-20%?

Jadi biaya kesehatan mahal tidaklah berhubungan dengan dokter yang matre. Karena bahkan jika dokter tidak dibayar, atau dibayar murah seperti saat ini, biaya yang dikeluarkan pasien tetap mahal. Hanya berkurang 10-20% saja.

Kondisi pendapatan dokter saat ini

Dari berbagai berita saat ini, didapatkan bahwa banyak dokter mengeluh:

  • Pendapatan seperti jaga toilet. Hanya dihargai 1000-2000 rupiah.
  • Sekolah lama, tapi tidak dihargai. Atas ilmunya dan atas pengorbanannya.
  • Dll dll

Yang intinya penghargaan kurang.

Kita tak seharusnya mengeluh. Saatnya sadar dan betindak.

Dokter perlu sadar, bahwa dokter pun tak lepas dari hukum ekonomi. 

Kita tau bagaimana susahnya kerjaan perawat, bidan dan dokter. 

Sayangnya kesulitan pekerjaan tidak ada hubungannya dengan penghargaan.

Sesuatu atau seseorang dihargai hanya jika demand alias kebutuhan akannya melebihi supply atau persediannya.

Kondisi dokter saat ini:

Jumlahnya banyak. Lebih kurang 120.000 orang. 

Setiap dokter Di Indonesia bisa berpraktik di 3 tempat, kadang lebih dengan Surat Tugas (ST). Sehingga secara semu bisa dikatakan jumlah dokter di Indonesia 360.000. 

Belum lagi kondisi ini akan terus bertambah, mengingat ada hampir 100 FK di Indonesia saat ini.

Keadaan berlebih ini membuat supply dokter, perawat dan juga bidan melimpah. Sehingga harganya murah.

Sesulit apapun pekerjaan, jika ada banyak yang bisa menggantikan/substitusi, maka harganya murah.

Bagaimana agar naik penghargaannya?

Seperti hukum ekonomi maka langkah ekonomi lebih tepat dilakukan ketimbang langkah protes atau demo semata. 

Langkah ekonomi memiliki bargain yang tinggi dan sustainable.

1. Batasi SIP

Saat ini SIP dokter Indonesia adalah 3 tempat untuk masing-masing dokter.

Seharusnya dokter bersepakat agar SIP maksimal adalah 1 saja. (Di negara lain juga demikian). 

Dengan hanya 1 SIP maka kelebihannya: penghargaan bagi dokter akan meningkat, sesuai hukum ekonomi. Jumlah terbatas, diinginkan banyak tempat. Tawaran meningkat.

Selain itu kualitas pelayanan juga meningkat. Karena hanya melayani pasien disatu tempat saja. Fokus.

Kelemahannya juga ada. Daerah yang kekurangan dokter, akan makin kekurangan.

Pilihan kita, kualitas atau kuantitas pelayanan.

Solusi nomor 1 saat ini telah mulai dilakukan dengan sulitnya mendapat ST (surat tugas). Sehingga banyak RS yang makin membutuhkan dokter. 

2. Samakan dengan negara lain

Alias pasar di negara lain. Buat agar kita diterima entah di Royal College atau American College.

Sehingga dokter indonesia yang ingin bekerja diluar negeri juga dapat melakukannya.

Ini menambah jumlah demand.

Saat ini, rumah sakit luar negeri butuh dokter indonesia karena harganya lebih “terjangkau”. Tetapi terpentok standar. Dokter indonesia memiliki standar sendiri, beda dengan semua negara di dunia.

Ini hal yang sulit. Long game.

Yang bisa dilakukan saat ini

Adalah menyadari bahwa dokter pun hanya komoditas ekonomi.

Seperti halnya manusia lainnya. Akan dipakai saat masih berguna, dan dicampakkan saat telah tak bermanfaat.

Akan dicari jika dibutuhkan dan langka, akan disiakan jika jumlahnya berlimpah dan banyak yang bisa menggantikan.

Dengan pembatasan SIP  yang akan terjadi adalah walau hanya kerja di 1 tempat tetapi penghargaan seperti halnya 3 tempat.

Demikian kiranya solusi elegan untuk meningkatkan penghargaan bagi dokter. Langkah termudah, secara aklamasi dan resmi dari IDI, batasi SIP. Jika hanya 1-2 yang membatasi SIP tidak akan berdampak apa-apa.

Hal ini untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan juga. Sehingga kedua belah pihak mendapatkan keuntungan, baik dokter yang mendapatkan penghargaan maupun pasien yang mendapatkan peningkatan kualitas layanan.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s