Dokter

Berapa Gaji Dokter?

Apakah biaya kesehatan mahal karena dokter? Mari kita lihat..


Berapa sebenarnya gaji dokter?

Dokter dihargai dengan jasa medis. Yaitu jika ada tindakan atau pelayanan medis yang dilakukan dokter maka dokter mendapat sejumlah jasa dari tindakan profesionalnya.

Jika seorang dokter tidak melakukan tindakan atau pelayanan maka tidak mendapat jasa. Fee for service. 

Saat ini memang ada bentuk lain yaitu kapitasi. Bukan berdasar layanan tetapi berdasar cakupan. Tetapi baru sebagian saja.

Jadi berapa dong?

Jika anda sakit, semisal usus buntu. Dan memerlukan operasi, semisal habis 5 juta rupiah.

Maka yang didapatkan dokter bedah adalah kira-kira 10-15% dari uang tersebut. Atau ya kira-kira 500-750 ribu.

Rumahsakit adalah tempat kerja padat karya. Roda operasional rumah sakit adalah SDM (Sumber Daya Manusia). 

Untuk menangani satu pasien usus buntu yang memerlukan operasi, maka dibutuhkan doker bedah, dokter bius, asisten-asisten operasi, perawat, apoteker, cleaning service, satpam, petugas admin, pramusaji, dll.

Yang kesemuanya memerlukan biaya. 

Selain SDM diperlukan juga alat dan prasarana. Seperti monitor, obat, ruang operasi, kamar, tempat tidur, dll. Yang kesemuanya juga memerlukan biaya.

Nah, jadi udah paham dong ya..

Jika kali lain anda mendapat tindakan di rumah sakit atau klinik, dan membayar sejumlah uang, itu tidak kesemuanya untuk dokter. Tetapi untuk menghidupi kesemua pihak yang terlibat didalamnya. Termasuk pemilik rumah sakit.

Rumah sakit memang sebuah sociopreneur. Tidak semata-mata bisnis. Dokter pun sering membebaskan biaya. Tetapi karena hanya 10-15% dari biaya, seringnya masih terasa mahal.

Jika pasien digratiskan semua, maka kelamaan rumah sakit tutup, tidak dapat memberikan pelayanan lagi.

Rumah sakit tetap harus dibayar, entah oleh perseorangan ataupun oleh pemerintah melalui APBN.

Kira-kira demikian. Untuk pelayanan kesehatan yang berkesinambungan.

Jadi berapa gaji dokter?

Tergantung dari jumlah pasien yang ditangani. Jika tak ada pasien, ya tidak ada jasa yang didapatkan.

Dan dokter biasanya sudah menghabiskan waktu sd usia 25-30 tahun untuk mempelajari kedokteran.

Jika dokter menyambi usaha, maka dikhawatirkan fokus ke pasien berkurang, terbagi, tidak baik untuk pasien juga.

Sehingga memang jasa dokter tetap perlu dihargai. Supaya dokter bisa fokus memperbaiki ilmunya demi pasien dan tidak nyambi-nyambi dagang.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s