Ekonomi Sehari-hari

Ekonomi Dan Narkoba

Melihat tulisan Pak Haris Azhar, yang memuat pengakuan Freddy Budiman, terpidana mati kasus narkoba. Ada beberapa hal yang menarik.

  1. Dalam tulisan pak Haris Azhar (KONTRAS) dikatakan Freddy beli narkoba 5.000/butir dari China. Dijual 500.000/butir
  2. Banyak pejabat dan penegak hukum yang “nitip” dengan harga 10.000/butir
  3. Freddy akhirnya meninggal ditangan penembak. Dan dia sudah menyadari itu risiko pekerjaan. Tertangkap dan mati.
  4. Tetapi peredaran narkobanya sendiri tidak mati. Masih jalan terus sampai sekarang. Banyak Freddy-Freddy lain.

Kekuatan Ekonomi untuk membersihkan oknum korup

Ada dua hal buruk dalam kasus narkoba:

  1. Beredarnya narkoba yang tidak terhentikan
  2. Oknum korup penegak hukum

Jika tak bisa bersihkan keduanya, setidaknya bersihkan satu dulu. Bagaimana caranya?

Narkoba legal

Jika narkoba legal. Maka supply nya melimpah. Jika supply melimpah, harganya turun. Jika harga turun, misal beli 5.000 jual 10.000, oknum penegak hukum tidak berminat lagi nitip. Otomatis ga ada lagi oknum korup.

Peminat narkoba ya itu-itu saja. Semua orang bisa jadi pengguna narkoba, semua orang bisa berhenti memakai narkoba. Sulit memang sulit. Tapi…
Yang menentukan ketagihan atau tidak, adalah dirinya sendiri. 

Jika efek nagih narkoba tidak bisa dihilangkan, maka tidak ada penghuni rehabilitasi yang sembuh. Nyatanya? Banyak.

Dilegalkan, banyak beredar

Jika dilegalkan akan membanjir. Terjual bebas. Semua bisa kena efek narkoba yang berbahaya. Benarkah?

Seperti halnya rokok. Hanya orang diatas 18 tahun yang boleh. Orang yang sudah bertanggungjawab kepada diri sendiri. Rusak atau sehatnya tergantung diri sendiri.

Walaupun narkoba legal. Tak semua orang lantas akan memakai narkoba. Hanya orang-orang yang kurang percaya diri, kurang kebahagiaan, dan tak tau arah yang akan melakukannya. 

Yang jelas, sama-sama nagihnya. Sampai hari ini tidak ada oknum penegak hukum yang ikut bermain jualan rokok impor dari china. Karena rokok murah, ga ada untungnya.

Should we do the same with drugs?

Or we just cry, and blame China on this?


Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s