Ekonomi Sehari-hari

Dokter Palsu Beredar

Kasus vaksin palsu mengagetkan banyak orang. Semua marah.

Kemudian Pak Rhenald Khasali mengingatkan tentang banyak hal palsu di negara kita. Hampir semua hal dipalsukan.

Bahkan banyak dokter palsu.

Dokter Palsu

Ya. Tidak salah. Dinegara kita banyak dokter palsu, yang beredar luas, dan dipakai oleh banyak pasien.

Dokter adalah seorang yang secara legal lulus dari fakultas kedokteran dan dalam pekerjaannya melakukan:

  • Penggalian data subyektif (anamnesis)
  • Penggalian data obyektif (pemeriksaan)
  • Menemukan kesimpulan (diagnosis)
  • Memberikan terapi

Dokter palsu melakukan hal-hal diatas, walaupun bukan dokter.

Nah…

Seperti halnya musisi dan pencipta lagu, yang lagu-lagunya dibajak dalam cd dan mp3 palsu.

Maka saat ini muncul dokter palsu dimana-mana. Memberikan pelayanan selayaknya dokter, dengan kualitas bajakan.

Namanya dokter palsu, tentu saja kualitasnya tidak sebaik dokter asli. Bisa dikatakan buruk dan berbahaya.

Namanya mp3 palsu dan bajakan, maka kualitasnya tidaklah seperti mp3 original.

Melenyapkan dokter palsu

Perlu dipahami, bahwa kehadiran dokter palsu dan bajakan, membawa kerugian. Bagi masyarakat.

Jika vaksin palsu saja membuat banyak pihak terancam bahaya. Bagaimana jika dokternya palsu, abal-abal dan bajakan?

Bahaya yang nyata tentu mengancam. Inilah kenapa dokter palsu perlu dilenyapkan.

Bagaimana caranya?

Anarkis tentu bukan solusi, walaupun sanksi dan hukuman juga bukan cara yang membuat jera.

Hukum ekonomi

Musisi mengambil sikap, dengan membiarkan musiknya bebas didonlod dan didengarkan semua orang.

Kemudian musisi mendapat bayaran/hidup dari hal lain, semisal konser.

Konser tak dapat dibajak. Musik yang disediakan gratis oleh musisi juga tentu mematikan pembajak. Tak ada yang mau membajak barang gratis.

Konsumen pun memilih yang original, sama-sama gratisnya. Dengan kualitas lebih baik. Konsumen diuntungkan.

Inilah konsep freemium. Memberikan layanan free dan menarik bayaran terhadap sesuatu yang lain.

Seperti halnya matinya industri musik bajakan dengan cara musisi memberi gratis musiknya, maka dokter asli dan masyarakat dapat melenyapkan dokter palsu dengan taktik freemium ini.

Berikan konsultasi semurah (gratis, sukarela) seperti halnya dokter palsu.

Maka dokter palsu yang membahayakan masyarakat akan punah dengan sendirinya. Pasien tentu akan memilih dokter yang asli.

Darimana dokter mendapat jasa? Tentu bisa dipikirkan lebih lanjut. Walaupun pada beberapa dokter dengan keahlian tertentu, sudah dapat dilakukan saat ini.

Semisal operasi. Dokter palsu tentu tak dapat memberikan layanan ini.

Untuk dokter yang tidak melakukan operasi? Jaringan rekam medis antar dokter, bisa menjadi jawaban.

Jejaring dokter dan jejaring pasien

Rekam medis yang terkoneksi antar dokter (dengan izin pasien) membuat riwayat seorang pasien lebih jelas. Lebih mudah menentukan diagnosis dan terapi bagi pasien. Termasuk semua riwayat dan pemeriksaan yang dimiliki pasien.

Ini bagaikan semua dokter bekerja dalam satu rumah sakit. Dan semua pasien periksa ke rumah sakit tersebut. Sehingga datanya lengkap, tak tercecer.

Pasien tentu akan mengizinkan rekam medisnya dilihat dokter lain. Sepanjang hal tersebut memberikan yang terbaik untuk dirinya.

Dengan data yang terintegrasi, maka akan terjadi efisiensi. Pasien tak perlu melakukan pemeriksaan penunjang tak perlu berulang-ulang. Atau berulang mendapat diagnosis yang sama dan tak kunjung sembuh.

Jejaring dokter tentu bermanfaat memusnahkan dokter palsu, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pasien.Karena yang dokter benarlah dokter, asli.

Rekmed )

Standard